Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Aren sebagai

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)

Pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam yang melimpah di HLSL dan Kampung sekitarnya merupakan salah satu sumber ekonomi masyarakat dan alternative matapencaharian masyarakat disekitar HLSL. Pengelolaan SDA secara lestari dengan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)  merupakan salah satu strategi dalam rangka mengamankan Hutan Lindung Sungai Lesan.

 

Kegiatan pelatihan budidaya dan pengolahan aren sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK)

Kampung lesan Dayak merupakan salah satu kampung terdekat dari HLSL. Kampung ini mempunyai kekayaan alam yang melimpah yang belum termanfaatkan secara maksimal diantaranya Aren. Pengelolan aren selama ini hanya sebatas kebutuhan untuk minum (tuak) dengan skala terbatas. Seiring dengan hal itu dan melimpahnya potensi Aren di Lesan Dayak maka OWT telah memberikan pelatihan pengelolaan Aren untuk dijadikan Nira, gula Aren dan gula semut untuk masyarakat setempat.  Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 24-26 November 2018 bertempat di kampung Lesan Dayak, dihadiri 10 orang peserta  calon petani aren. Selain diskusi dan tukar pendapat, pembelajaran ini diiisi dengan teori tentang pengelolaan aren, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktek cara menderes aren di lapangan. Dari diskusi dilapangan ternyata beberapa calon petani aren ini sudah pernah melakukan penderasan aren tetapi masih menemui kendala. Diantara kendala yang mereka temukan adalah kurangnya produksi dan waktu lamanya keluar aren. Dari rata –rata aren bisa menghasilkan nira selama tiga bulan hanya tercapai satu atau dua bulan. Juga ditemukan kendala bahwa nira yang dihasilkan berbau dan lain lain sebaginya. Dsimpulkan bahwa pemukulan, penggoyangan dan perlakuan paska pemotongan tandan sangat mempengaruhi produksi air atau nira. Setelah dilakukan praktek terhadap pohon aren maka pendampingan selanjutnya akan dilakukan terhadap pengolahan nira menjadi gula aren atau gula semut. Dari cirik fisik dan rasa yang dilakukan dilapangan terhadap nira yang dihasilkan maka nira atau aren di kampung Lesan Dayak termasuk yang mempunyai kualitas yang baik. Kedepannya setelah calon petani aren memahami pengolahan aren, Pememrintah Kampung bekerjasama dengan Bumkam/ Bumdes juga merencanakan akan membangun sarana rumah produksi gula aren dari Anggaran Pendapatan dan Belanja kampung/Desa (APBK/APBDes) sebagai rumah produksi gula aren.

 

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.