Perkembangan Budidaya Jamur Tiram di Kampung

Sidobangen

Pengelola jamur sudah merencanakan untuk menjadikan kegiatan budidaya jamur sebagai sumber penghasilan baik bagi PKK maupun pengelola. Pengelola jamur saat ini sudah diserahkan kepada 12 orang anggota PKK yang selama ini aktif dalam setiap kegiatan dan sudah di SK kan oleh pemerintah kampung. Hal ini dilakukan agar manejeman serta system kerja lebih terstruktur. Pengembangan budi daya jamur di kelompok PKK karya Bunda kampung Sido Bangen saat ini telah memasuki tahap lanjutan dengan dikeluarkannnya Surat Keputusan Kepala Kampung Sido bangen tentang unit usaha Budi Daya Jamur dan kerjasama pengelolaan jamur dari Bumkam kampung Sido bangen dalam bentuk bantuan modal usaha. Dengan adanya SK pengelola jamur sudah melakukan kerjasama dengan BUMKAM kampong Sido bangen dengan meminjam modal ± 11 juta, hal ini sangat positif dan sebagai wujud keseriusan pengelola jamur karya bunda untuk bisa berkembang.  Dengan penambahan modal ini kelompok akan menargetkan produksi jamur tiram mencapai 10.000 baglog.

Hasil diskusi OWT bersama pengelola jamur karya bunda adalah metode kerja yang selama ini dilakukan diperbaiki agar masing-masing pokja bertanggung jawab penuh terhadap tugas. Ruangan dapur akan dimanfaatkan sebagaian sebagai ruang inkubasi, sehingga ruang produksi dan inkubasi bisa terpisah untuk memudahkan dalam perawatan serta pertumbuhan miselia pada saat di inkubasi. Setiap pengembangan yang dilakukan oleh PKK karya bunda baik dari F1, F2 dan F3, dilakukan sudah dengan cara bertahap; F1). dalam setiap bulanya pembuatan F1 dilakukan 1 kali pembuatan dengan jumlah 20 botol (1 kg jagung); F2) pembuatan media F2 sudah dilakukan dengan bertahap juga yaitu 2 kali dalam sebulan dengan kapasitas campuran media 10 kg 1 kali campur (menjadi 30 baglog media F2); F3). Pencampuran media F3 ini juga tidak beda jauh dengan F2 dilaksanakan bersamaan sehingga dalam sebulan dilakukan 2 kali pencampuran dengan kapasitas 500 kg 1 kali pencampuran. Sehingga dengan metode ini pembuatan media produksi dan bibit jamur selalu ada keberlanjutan yang baik. Pada Bulan September baglog F3 yang disiapkan sebanyak 570 baglog, F2 30 baglog dengan bibit yang diinokulasi merupakan bibit yang diproduksi sendiri oleh PKK Karya Bunda.

Seluruh anggota memiliki peran masing-masing antara lain; ketua, bendahara, sekretaris, pokja pemeliharaan, pokja F0, pokja F1, pokja F2, dan pokja pemasaran. Masing-masing pokja memiliki tanggung jawab penuh untuk kegiatan tersebut dan dari hasil keputusan bersama akan diberikan honor walaupun kecil. Kegiatan ada yang dikerjakan dengan system upah HOK kan dan ada juga yang dilakukan secara bersama agar timbul kekompakan dalam berkelompok. Sebagai contoh adalah kegiatan  pencampuran dalam pembuatan media F3 dikerjakan bersama namun pengisian media ke baglog dan pengisian bibit F2 serta penyetiman dilakukan dengan system HOK. Besarnya upah untuk pengisian media dan bibit adalah Rp. 500/baglog dan kegiatan penyetiman Rp. 70,000/2 drum.

Pada bulan September jumlah baglog produksi F3 dikumbung kampung Sido bangen sudah mulai Nampak penuh di setiap rak-rak ruang inkubasi dengan persentase pertumbuhan miselia lebih baik dari sebelumnya sehingga dipastikan bulan oktober mulai produksi dengan maksimal kemb

ali. Hasil pengembangan budidaya jamur tiram oleh PKK Karya Bunda sudah sangat signifikan dengan hasil panen dalam sehari 2-4 Kg, sehingga pada bulan oktober minggu ke 3 dan 4 ini total hasil panen sudah mencapai 35 kg. Ini merupakan menunjukan mulai adanya aktifitas yang rutin dilakukan oleh pengelola/tim pokja pemeliharaan jamur tiram tersebut. Pada bulan November 258 baglog telah siap ditumbuhi badan buah jamur, baglog yang telah dibuka sebanyak 934 baglog dan ditargetkan pada akhir bulan produksi sapat mencapai ±10kg/hari. Panen jamur setiap hari dilakukan oleh tim pemelihara dengan baik dan total produksi pada bulan November telah mencapai 75, 3 Kg. Hasil produksi sudah dikemas dengan menggunakan plastik  kedap udara sehingga jamur dipastikan mampu bertahan hingga 1 malam. Peningkatan produksi 2 kali lipat dari bulan sebelumnya didukung dengan adanya produksi bibit F1 dan F2 yang tanpa kendala dan persentase keberhasila tinggi. Sehingga diharapkan tingkat kegagalan F0 maupun F3 pada bulan selanjutnya dapat diminimalisir agar siklus produksi tidak sampai terputus/adanya jeda bulan.

Hasil panen jamur tiram segar yang dikemas dengan plastik kedap

Pada 14 November 2018 juga telah dilakukan  pertemuan dengan anggota kelampok PKK Karya Bunda bertempat di Kantor lapangan OWT. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang perkembangan jamur, peningkatan kapasitas dan penyusunan rencana kerja untuk mencapai target produksi. Kedepannya selain peningkatan produksi jamur segar, kelompok PKK Karya Bunda juga akan meningkatkan produksi keripik jamur tiram dan mendesain kemasan dengan baik. Selain itu juga saat ini sedang di coba berbagai alternative untuk mempertahankan kesegaran jamur, baik dari segi pengemasan maupun pengolahan dalam bentuk lain.

Kunjungan Bapak Wakil Bupati (Agus Tantomo) beserta Camat Kelay, ke lokasi kumbung PKK karya bunda

Dengan mulai berkembangnya hasil serta jumlah dari budidaya jamur tiram ini, tanpa diagendakan Bapak Wakil Bupati Kab. Berau (Agus Tantomo), mengunjungi kumbung budidaya jamur tiram yang dikelola PKK karya bunda kampong Sido bangen. Hasil kunjungan beliau menyampaikan dua hal yang sangat penting serta sebagai motivasi bagi OWT dan pemerintah kampung antara lain; 1). Jika memang budidaya jamur ini sudah dikuasai ilmunya oleh pengelola serta hasilnya menjanjikan harapan Bapak Wabup pemerintah kampyng diharapkan mendukung pengembangan budidaya jamur ini dengan mendanai kembali dari ADK atau APBN tahun anggara 2019, agar jumlah produksi jamur bisa lebih banyak lagi; 2).hasil produksi budidaya jamur ini jika dipasarkan selain basah dan sudah membuat produk keripik jamur harapan beliau agar kemasan dibuat semenarik mungkin dan bisa di simpan/titipkan di salah satu gray milik Koperindag di bandara kalimaru. Agar ini menjadi salah satu produk local khas kelay untuk dijadikan oleh-oleh bagi para tamu atau pengunjung yang datang ke kabupaten berau. Kegiatan kunjungan ini menjadi motivasi fasilitator budidaya jamur dikampung sido bangen, serta menjadi peluang besar bagi pengelola yaitu PKK karya bunda bahwa ini mendapatkan tanggapan positif dari pihak Wabup agar pemerintah kampung mendukung penuh kegiatan.

Dari hasil kunjungan ke salah satu pembudidaya jamur tiram di kota Tanjung Redep Berau milik Bapak Untung yang telah memulai usaha sejak tahun 2010 , pada bulan Juli dan Agustus sebaiknya menghindari pembuatan media F3 karena akan banyak menemui kegagalan diakibatkan perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Dibutuhkan tempat yang berbeda untuk ruang pertumbuhan miselia (inkubasi) F3 dengan ruang produksi, hal ini karena ruang pertumbuhan sangat membutuhkan tempat yang kering dan tidak harus lembab untuk mempercepat pertumbuhan miselia begitu sebaliknya dengan ruang produksi yang membutuhkan tempat lembab namun tetap ada cahaya masuk untuk memastikan sirkulasi udara dalam ruang produksi sangat baik. Sehingga dengan masukan dari pak untung OWT bersama PKK karya bunda akan memanfaatkan ruang dapur dijadikan sebagai ruang inkubasi agar bisa juga selalu produksi hingga 10.000 baglog.

Dokumentasi kegiatan pengembangan budidaya jamur tiram triwulan XVIII

Pembuatan F0 : (a) penyiapan media PDA (b) pemotongan dan penanaman F0

Pembuatan baglog produksi F3 (a) Pengambilan serbuk gergaji, (b) Pencampuran dan pengomposan media (c) pengisian baglog F3 dan (d) penyetiman baglog dengan menggunakan terpal dan tanpa lubang udara untuk mempercepat proses penyetiman

Inokulasi bibit F1, F2 dan F3

Penataan dan penyortiran bibit

Bibit yang mulai tumbuh

 

Beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pengembangan budidaya jamur tiram antara lain:

  • Terkendalanya produksi baglog F3 terutama pada pengadaan plastic baglog F3 yang untuk media produksi dikumbung kampung Sido bangen, yang hingga saat ini masih belum bisa diadakan oleh PKK karya bunda dikarenakan tidak tersedia di Berau. Sehingga masih harus menunggu plastic baglog kiriman dari kantor OWT bogor. Kedepan, pembelian plastik secara mandiri dapat dilakukan dengan pembelian langsung dari distributor di pulau Jawa, namun mensyaratkan pembelian minimal 1 karung. Kendalaproduksi baglog F3 juga saat ini disebabkan kesulitan mendapatkan dedak/bekatul karena belum memasuki musim panen padi ladang.
  • Masih adanya masalah dalam pengisian bibit di ruang inokulasi yang kondisi ruangan sangat panas sehingga resiko kontaminasi saat pengisian bibit masih ada, sehingga perlu adanya pengadaan blower ruangan yang harus segera di adakan dari OWT untuk membantu dalam pengadaan bahan dan alat yang masih sulit di adakan oleh pihak pengelola PKK karya bunda.
  • Dengan adanya produksi yang sudah mulai dengan baik sehingga tidak adanya putus dalam pemanenan jamur, dan untuk selanjutnya kendala yang dihadapi adalah adanya limbah baglog yang tidak termanfaatkan dengan maksimal walaupun ada beberapa masyarakat yang dengan inisiatif limbah baglog digunakan sebagai media penanaman sayuran dan masih banyak yang terbuang percuma dan belum mampu untuk dilakukan pembuatan pupuk organic dengan media limbah baglog oleh PKK karya bunda, akibat sulitnya media utama yaitu kotoran ternak, serta ketertarikan dalam pengolahan limbah yang belum ada. Kedepan limbah baglog direncanakan akan didaur ulang dan dimanfaatkan kembali untuk pengembangan budidaya jamur kuping seperti yang telah berhasil diujicobakan di laboratorium pengembangan jamur di kantor OWT Bogor.

Untuk limbah plastik baglog saat ini belum bisa dilakukan dengan cara di buang ke TPA sehingga hanya dilakukan pembakaran plastik untuk mengurangi sampah di sekitar kumbung kampong Sido Bangen.

Penanganan limbah baglog jamur tiram saat ini

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.