Rabu, (17/12/14), bertempat di Dusun Padamaran, Yayasan Operasi Wallacea Terpadu (OWT) melaksanakan Pelatihan Teknik Budidaya Tanaman dan Restorasi Ekosistem untuk Peningkatan Mata Pencaharian dan Pemulihan Kawasan TNBBS. Acara pelatihan di buka oleh Kepala Bidang Wilayah I Semaka BB TNBBS, Bapak Jaya Supena. Pelatihan diikuti oleh 33 orang peserta yang berasal dari masyarakat dan staf TNBBS. Kepala Bidang Wilayah I Semaka dalam sambutannya, mengharapkan para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada OWT yang telah menyelenggarakan pelatihan ini.

Menurut Program Manager OWT, Ujang S. Irawan, pelatihan yang diselenggarakan oleh OWT ini merupakan rangkaian kegiatan Restorasi Ekosistem Berbasis Masyarakat  yang dilaksanakan di TNBBS, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan staf TNBBS sebelum mereka melaksanakan kegiatan restorasi ekosistem di Daerah Pedamaran, Resort Way Nipah Register 22 B Kubu Nicik.

Dalam pelatihan ini peserta diberi pemahaman tentang konsep restorsi ekosistem, keterampian mengenai cara teknik budidaya tanaman baik secara vegetatif maupun generatif, teknik penanaman dan teknik restorasi yang akan dilakukan masyarakat. Peserta juga diperkenalkan cara membuat pupuk organik.

Sejak April 2014 OWT  dengan dukungan pendanaan dari UNESCO telah memulai proyek Restorasi Ekosistem Berbasis Masyarakat  di daerah Padamaran Resort Way Nipah Register 22 B Kubu Nicik. Kegiatan ini merupakan upaya memulihkan kembali fungsi kawasan TNBBS yang telah mengalami degradasi akibat perambahan hutan dan llegal logging. Dalam kegiatan ini OWT melakukan empat tahap kegiatan yaitu (1) Fase Diagnostik (mengetahui inisiasi yang sudah ada serta status kondisi aspek biofisik maupun sosial ekonomi dan budaya sebelum intervensi), (2) Fase Peningkatan Kapasitas (meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kesadaran masyarakat serta staf TNBBS tentang restorasi ekosistem), (3) Fase Pengelolaan Kolaboratif (pelaksanaan tahapan restorasi dengan melibatkan masyarakat dan TNBBS), dan (4)  Exit Strategy (memfasilitasi pengakhiran pendampingan secara perlahan untuk memastikan bahwa seluruh inisiasi dan fasilitasi yang dilakukan sepenuhnya dilanjutkan oleh pemangku kepentingan kawasan taman nasional).

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit