Tentang OWT

Operation Wallacea Trust (OWT) adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berdiri 1 Oktober 2004, di Baubau, Sulawesi Tenggara, kemudian melakukan penyesuaian legalitas lembaga menjadi Operasi Wallacea Terpadu (OWT) tanggal 19 Oktober 2013. Awalnya kegiatan kami terfokus di Kawasan Wallacea, khususnya pelestarian hutan dan kawasan pesisir di Kabupaten Buton dan Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sejak Tahun 2007, dalam rangka pendampingan Green PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), wilayah pendampingan kami berkembang ke Sulawesi (Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan) dan Sumatera (Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu). Dan sejak Tahun 2014 kami juga mulai bekerja di Provinsi Lampung dan Kalimantan Timur (Kabupaten Berau).

Moto

“Bersama Masyarakat Melestarikan Alam” (Empowering Community for Conservation)

Kegiatan Utama
  1. Melestarikan hutan alam, pesisir dan ekosistem laut;
  2. Merehabilitasi Daerah Tangkapan Air (DTA) yang rusak di wilayah DAS hulu;
  3. Mengembangkan usaha ekonomi perdesaan sebagai sumber penghidupan alternatif masyarakat perdesaan dalam penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung pengelolaan sumberdaya alam dan energy terbarukan;
  4. Mempromosikan berbagai praktik cerdas pengelolaan sumberdaya alam.
Pengalaman Project
  1. Lambusango Forest Conservation Project, Buton, SE Sulawesi (2005-2008)
  2. Communnity Based Fishery Management in Kaledupa Island, Wakatobi National Park (2007-2010)
  3. PNPM-Green in Sulawesi and Sumatera Provinces  (2007-2013)
  4. Capacity Building on Catchment Areas Management and Conservation to Sustain MicroHydro Power Scheme in Mamasa (2010-2012)
  5. Agroforestry and Forestry (AgFor) Program in Kolaka and Konawe District, SE Sulawesi Province (2012-2015)
  6. Productive Use of Energy Pilot Project in South Sulawesi and West Sulawesi (2012)
  7. Restorasi Ekosistem Berbasis Masyarakat di TNBBS, Lampung (2014-Sekarang)
  8. Membangun Model Pengelolaan Hutan Lindung Sungai Lesan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (2014-2018)