Perkembangan Budidaya Jamur Tiram dan Pembuatan pupuk organik di Kampung Sidobangen

Salah satu mata pencaharian alternatif yang telah dikembangkan di Kampung dampingan adalah pengembangan budidaya jamur. Hasil Monev dari Kehati (Bapak Rian) dan KPH (Bapak Hamzah) memberikan masukan terkait pengelolaan jamur di Sidobangen yaitu: membuatkan bisnis plan, terbangunnya home industri serta promosi jamur terkait konsumsi, terjalin kerjasama dengan rumah makan agar cita rasa jamur lebih dikenal masyarakat luas khususnya di Kabupaten Berau.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan pada pengembangan budidaya jamur tiram di Kampung Sidobangen periode Juni- Agustus 2018 antara lain pembuatan bibit jamur tiram dan peremajaan Baglog F3 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pembuatan bibit jamur tiram. Pembuatan bibit jamur tiram dimulai dengan pembuatan media PDA dan penanaman bibit F0. Kendala yang dihadapi dalam pembuatan media PDA adalah adalah kesulitan untuk mendapatkan kentang segar di Kecamatan Kelay, sehingga harus mencari di pasar sentral Tanjung sehingga sedikit menghambat pembuatan F0. Tim pokja (kelompok kerja) pembuat bibit F0 setelah kegiatan pendampingan sudah mulai berhasil membuat bibit F0 dengan persentase kontaminasi makin berkurang. Tim pokja mulai disiplin untuk menjaga media dan ruang inkubasi dalam keadaan bersih. Saat ini stok F0 yang tersedia sebanyak 6 petridish. Selain penyiapan bibit F0, dilakukan juga pendampingan pembuatan F1 dan F2. F1 yang telah dibuat selama periode Juli- Agustus dengan media jagung sebanyak 5 Kg. Setiap 10 hari tim akan mebuat 10 botol bibit F1 agar bibit selalu tersedia, Sampai dengan minggu ke 2 Agustus stok bibit F1 yang tersedia sebanyak 50 botol. Dan stok bibit F2 sampai dengan minggu ke 4 Agustus tersedia sebanyak 180 baglog.
  2. Peremajaan baglog F3. Kegiatan pendampingan dimulai dengan pembersihan kumbung dari sisa baglog yang sudah tidak produksi dan sterilisasi ruang inokulan dan rak pertumbuhan menggunakan formalin selanjutnya dilakukan penyusunan baglog ke dalam rak kembali. Kendala yang dihadapi adalah di dalam ruang produksi terdapat hama ular, semut dan serangga lainnya walaupun telah dilakukan sterilisasi menggunakan formalin dan ditutup selama 2 x 24 jam. Pengambilan media serbuk gergaji kepada anggota PKK Karya Bunda. Serbuk gergaji diperoleh di Letak. Pendampingan dilakukan agar bisa mengetahui ciri-ciri serbuk yang baik dan layak digunakan. Kemudian dilakukan pendampingan dalam penyiapan serbuk gergaji dan pencampuran media F3, pengomposan selama 5 hari, pengisian baglog, penyetiman dan inokulasi bibit. Pada awalnya permasalahan muncul pada saat proses penyetiman yang selama ini dilakukan dengan 1 tabung karena tidak adanya pihak yang ditugaskan untuk bertanggungjawab dalam kegiatan penyetiman, sehingga seringkali hasil tidak maksimal dan masih terdapat kontaminasi. Sampai dengan minggu ke 2 Bulan Agustus Baglog F3 yang telah diinokulasi dengan bibit F2 menunjukkan pertumbuhan miselia yang sangat bagus dan normal. Dari 500 baglog yang terisi tingkat kegagalan adalah 10 %. Saat ini baglog telah produksi kembali dengan hasil panen ± 1 Kg/ hari dan stok baglog dengan miselia yang sudah hampir penuh dan siap produksi sebanyak 500 baglog.

Beberapa kendala yang dihadapi dan solusi yang diambil dalam pengembangan jamur tiram di kampung sidobangen antara lain :

  • Tidak efektifnya beberapa pekerjaan yang dilakukan jika masih dilakukan dengan pokja sehingga masih ada saling berharap dan kurang kekompokan dalam melakukan aktivitas di kumbung sehingga beberapa pekerjaan yang harus di HOK agar bisa teroganisir. Namun dari hasil rapat anggota PKK saat ini telah ada kesepakatan terkait sistem kerja yaitu masing-masing pokja diberikan tanggung jawab penuh (pokja pembuat F0 yaitu; ibu supartika dan ibu sinta) serta setiap aktivitas yang menggunakan HOK ada penanggung jawab. Pertemuan rutin PKK Sido Bangen menjadi rapat penting terkait keberlanjutan serta sistem kerja agar pengembangan jamur di kampung Sidobangen bukan lagi pemberdayaan namun sudah menjadi bisnis home industri, yang masih di bawah naungan penuh PKK. Agar masyarakat khususnya anggota bisa mengembangkan di rumah atau skala kelompok kecil yang sumber bibit berasal dari PKK dan hasil jamur kembali ke PKK. Jadi jika ada anggota yang ingin mengembangkan di rumah bisa membeli baglog yang telah penuh terisi misilea dari PKK.

  • Pencampuran media awalnya dilakukan tidak sesuai dengan standar yaitu tanpa melakukan pengukuran bahan terlebih dahulu dan mencampur media hanya dengan kira-kira sehingga kemungkinan besar kurangnya nutrisi, namun saat ini hal ini sudah diperbaiki. Seluruh bahan yang digunakan baik dalam pembuatan media F2 maupun F3 sudah ditimbang terlebih dahulu sehingga saat ini sudah dapat diketahui jumlah baglog yang didapat dan bisa disiapkan bibit sesuai dengan kebutuhan.
  • Kegiatan penambahan F3 produksi di kumbung Kampung Sido bangen, sedikit terlambat, karena stok bibit F2 yang masih harus menunggu proses penyebaran miselia secara penuh di dalam baglog F2
  • Kegiatan fasilitasi terkendala dengan aktivitas masyarakat yang sangat antusias dalam kegiatan memperingati perayaan 17 Agustus, dimana setiap kampung ikut terlibat kegiatan perlombaan tingkat kecamatan.
  • Adanya masalah pada laminar flow yang saat ini sudah teraliri arus listrik namun lampu UV yang tidak bisa digunakan diakibatkan tidak stabilnya mesin di kantor Kampung Sido bangen sehingga lampu UV putus dan saat ini masih dicarikan gantinya di Tanjung Redeb oleh pemerintah kampung
  • Pengembangan budidaya jamur tiram di Kampong Sido bangen memiliki kendala juga dalam hal dana PKK khususnya pengelolaan budidaya jamur yang sudah minim sehingga memperlambat pengadaan bahan dan alat untuk membuat media F3, dan jika bisa dalam hal ini mereka berharap sebagian bisa dibantu kembali oleh OWT agar bisa terlaksana dengan baik.
    3. Pembuatan pupuk organik dari limbah baglog F3 jamur tiram

Kegiatan pendampingan juga telah dilakukan dalam pemanfaatan limbah baglog F3 jamur tiram menjadi pupuk organik sebanyak 500 kg.

 

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.