4 Agustus 2017, Perwakilan BPHP, KPH, OWT, dan NN melaksanakan survey untuk mengidentifikasi jenis HHBK serta jasa lingkungan lainnya yang dapat dikembangkan di HLSL. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung perlindungan dan pengamanan hutan secara partisipatif.

Lokasi yang disurvey sebelumnya telah dipetakan oleh KPH sebagai rencana demplot pengembangan tanaman obat di stasiun Letjak. Dalam perjalanan, tim juga mengidentifikasi potensi pohon Mangar cukup melimpah di tepi sungai Kelay yang mengalir di HLSL. Mangar merupakan salah satu HHBK yang telah dikembangkan OWT di Kampung Merapun menjadi produk “Teh Mangar”.

Dari hasil survey tim BPHP menyimpulkan bahwa lokasi tersebut dapat difungsikan untuk pengembangan jamur alam dan pengembangan jasa lingkungan lainnya. Hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan verifikasi bersama Kepala BPHP dan Dinas Kehutanan tentang potensi pengembangan jamur alam dan potensi sungai di HLSL. Pada 10 Agustus 2017 telah dilaksanakan FGD di Guest House KPH Berau Barat untuk menggali potensi HHBK yang teridentifikasi oleh masyarakat atau yang telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, pemaparan pengelolaan jasa lingkungan yang mungkin dikembangkan di HLSL, dan keterlibatan masyarakat dalam kontek perhutanan sosial. Kegiatan FGD diikuti oleh Pemerintah Kecamatan, Resort KPH BB, OWT, COP, PT Berau Coal, Toma, FHLSL, BPHP, Balai Besar Depterocarpaceae dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.